Halaman

Senin, 11 November 2013

Berbagai Wacana kelas X SMA Bahasa Indonesia



Teks Anekdot
            Anekdot ialah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya. Ada pengertian lain bahwa anekdot dapat merupakan cerita rekaan yang tidak harus didasarkan pada kenyataan yang terjadi di masyarakat. Yang menjadi partisipan atau pelaku di dalamnya pun tidak harus orang penting.
            Selain itu, teks anekdot juga dapat berisi peristiwa-peristiwa yang membuat jengkel atau konyol, pengalaman yang tidak biasa bagi partisipan yang mengalaminya. Perasaan jengkel dan konyol seperti itu merupakan krisis yang ditanggapi dengan reaksi dari pertentangan antara nyaman dan tidak nyaman, puas dan frustrasi, serta tercapai dan gagal. Pengalaman yang tidak biasa tersebut disampaikan kepada orang lain dengan tujuan untuk menghibur si pembaca.
            Teks anekdot pada umumnya terdiri dari 5 bagian. 5 bagian itu antara lain abstract, orientation, crisis, reaction, dan coda. Abstrak adalah bagian di awal paragraf yang berfungsi memberi gambaran tentang isi teks. Biasanya bagian ini menunjukkan hal unik yang akan ada di dalam teks. Orientasi adalah bagian yang menunjukkan awal kejadian cerita atau latar belakang bagaimana peristiwa terjadi. Biasanya penulis bercerita dengan detil di bagian ini. Krisis adalah bagian dimana terjadi hal atau masalah yang unik atau tidak biasa yang terjadi pada si penulis atau orang yang diceritakan.Reaksi adalah bagian bagaimana cara penulis atau orang yang ditulis menyelesaikan masalah yang timbul di bagian crisis tadi.  Coda merupakan bagian akhir dari cerita unik tersebut. Bisa juga dengan memberi kesimpulan tentang kejadian yang dialami penulis atau orang yang ditulis. 
KUHP DALAM ANEKDOT
            Seorang dosen fakultas hukum suatu universitas sedang memberikan kuliah hukum pidana. Suasana kelas biasa-biasa saja.
            Saat sesi tanya-jawab tiba, Ali bertanya kepada pak dosen. “Apa kepanjangan KUHP, Pak?” Pak dosen tidak menjawab sendiri, melainkan melemparkannya kepada Ahmad. “Saudara Ahmad, coba dijawab pertanyaan Saudara Ali tadi,” pinta pak dosen. Dengan tegas Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak …!”
            Mahasiswa lain tentu tertawa, sedangkan pak dosen hanya menggelenggelengkan kepala seraya menambahkan pertanyaan kepada Ahmad, “Saudara Ahmad, dari mana Saudara tahu jawaban itu?” Dasar Ahmad, pertanyaan pak dosen dijawabnya dengan tegas, “Peribahasa Inggris mengatakan pengalaman adalah guru yang terbaik, Pak …!” Semua mahasiswa di kelas itu tercengang. Mereka berpandang-pandangan. Lalu, mereka tertawa terbahak-bahak.
            Gelak tawa mereda. Kelas kembali berlangsung normal.

Rabu, 25 September 2013

Kurikulum Pra 1975



11.      Kurikulum 1947-Leer Plan (Rentjana Pelajaran)
Ø  Bersifat politis, dimana terdapat orientasi pendidikan Belanda ke kepentingan nasional.
Ø  Sifat kurikulum Separated Subject Curriculum
Ø  Jumalah mata pelajaran : Sekolah Rakyat (SR) – 16 bidang studi, SMP – 17 bidang studi, dan SMA jurusan B-19 bidang studi
Ø  Tidak semua mapel bisa diimplementasikan.
Ø  Belum ada buku, yang ada hanya buku pelajaran peninggalan Belanda. Buku tulis tidak ada, yang ada hanya saba’.
Ø  Bahasa pengantar Bahasa Daerah, baru kelas 3 menggunakan bahasa Indonesia
Ø  Menekankan pada pembentukan karakter manusia yang berdaulat dan sejajar dengan bangsa lain
Ø  Mengurangi pendidikan pikiran
Ø  Memberikan keutamaan pendidikan watak, kesadaran bernegara dan bermasyarakat, materi pelajaran dihubungkan dengan kejadian-kejadian sehari-hari, perhatian terhadap kesenian dan pendidikan jasmani
Ø  Bentuknya memuat 2 hal pokok, yaitu daftar mata pelajaran dan jam pengajarannya, serta garis-garis besar pengajaran

22.      Kurikulum 1952-Rencana Pelajaran Terurai
Ø  Lebih merinci, dengan adanya silabus setiap mapel
Ø  1 guru, 1 mapel
Ø  Setiap rencana pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari
Ø  Bahasa Indonesia, Bahasa Daerah, Berhitung, Ilmu Alam, Ilmu Hayat, Ilmu Bumi dan Sejrah
33.      Kurikulum 1964-Rentjana Pendidikan
Ø  Pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD
Ø  Struktur : Pembelajaran PANCAWARDHANA (Hamalik, 2004) lima aspek pengembangan: cipta, rasa, karsa (inisiatif), karya dan moral
Ø  Mapel : pengembangan moral, kecerdasan, emosional/artistic, keprigelan (keterampilan), dan jasmani
44.      Kurikulum 1968
Ø  Sifat kurikulum Correlated Subject. Pendekatan pengorganisasian materi pelajaran dengan pengelompokan suatu pelajaran yang berbeda, yang dilakukan secara korelasional (Correlated Subject Curriculum), yaitu mata pelajaran yang satu dikorelasikan dengan mata pelajaran yang lain, walaupun batas demokrasi antar mata pelajaran masih terlihat jelas.
Ø  Bersifat politis, mengganti kurikulum 1964 yang dicitrakan sebagai produk orde lama
Ø  Muatan materi bersifat teoriris, tidak dikaitkan dengan kehidupan nyata. Pemerintah beranggapan bahwa rakyat memerlukan teori yg kokoh
Ø  Struktur : Pembinaan jiwa pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus.
Ø  9 mapel
Ø  Kekurangan : hanya memuat mapel pokok
Ø  Kelebihan : pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan, serta mengembangkan fisik yang sehat dan kuat

Rabu, 26 Juni 2013

Liburan Lebaran

Libur telah tiba... hore...

seruan anak sekolah menggema dimana-mana. Nah bagiku liburan sudah berlalu sekitar hampir 1 bulan dan ini tinggal 2 bulan terakhir hari liburku. Yaa.. memang aku mendapat libur cukup lama, sekitar 3bulan lebih. WOW... namanya juga kuliahan, jelas berbeda dengan SD, SMP, maupun SMA. kalau anak sekolah liburan paling-paling cuma 3 ,mingguan.
Liburan kali ini kalian mau kemana? mending prepare dari sekarang deh,, banyak sekali pilihan yang bisa kamu ambil untuk menghabiskan waktu liburanmu. Tinggal sesuaikan dengan selera ya. hehehe
Nah liburan kali ini aku belum sama sekali refreshing. aku selalu disibukkan dengan kegiatan rumah maupun luar rumah. Meski menyita waktu tapi aku menjalaninya dengan senang hati.
Liburan kali ini bertepatan dengan bulan Ramadhan dan Lebaran, Yeay..
Bulan yang kutunggu-tunggu. Bulan penuh berkah. Bulan Ramadhan yang penuh nikmat. Bagiku berpuasa merupakan suatu nikmat. karena saat itu kita bisa merasakan nikmatnya berjuang melawan dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkannya :)
Apalagi waktu berbuka, satu tegukan es saja mampu menyegarkan tenggorokan kita. hal tersebut membuatku sadar akan nikmat yang telah dikaruniakan ALLAH SWT kepada kita. aku jadi lebih merasa bersyukur, setiap hari dapat menyantap makanan yang mengenyangkan.
Lebaran yang identik dengan salam tempel alias angpao, cukup mengecewakan bagiku. karena makin lama, aku makin dewasa, sehingga jatah uang lebaranku berkurang. apalagi ada 2 orang adikku, jadi mereka yang dapat jatah uang lebaran. Hua,,,, butuh suntikan dana.
Namun, namanya lebaran merupakan bulan dimana kita membersihkan hati kita, sehingga kita dapat seakan lahir kembali seperti kertas putih (nyanyi.. lalalalalala)
Yowes rek,,, selamat liburan dan lebaran ya :D semoga liburanmu kali ini menyenangkan. Bye...

Sabtu, 11 Mei 2013

Artikel "Kemanakah Pancasila Pergi?"




Abstraksi
            Bagi bangsa Indonesia, tidak diragukan lagi kebenaran dan ketetapan Pancasila sebagai pandangan hidup dan dasar negara, namun jiwa dan semangat Pancasila tersebut masih belum mendarah daging dalam seluruh tubuh bangsa Indonesia umumnya. Hal ini terbukti pada keyakinan itu baru tampak dan berwujud ketika sudah terjadi penyelewengan  atau penyimpangan terhadap nilai-nilai Pancasila. Penghianatan-penghianatan terhadap kepribadian Pancasila inilah yang menjadi sumber malapetaka bagi bangsa dan negara ini. Berbagai penyimpangan tersebut, sangat tidak mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia yang dulunya di cita-citakan para pendiri bangsa. Kemana pancasila itu pergi?
Kata Kunci : Pancasila, nilai, penyimpangan.

Hubungan Psikologi Gestalt dan Kritik Ganzeit



Psikologi Gestalt :
Psikologi Gestalt merupakan salah satu aliran psikologi yang mempelajari suatu gejala sebagai suatu keseluruhan atau totalitas, data-data dalam psikologi Gestalt disebut sebagai phenomena (gejala). Phenomena adalah data yang paling dasar dalam Psikologi Gestalt. Dalam hal ini Psikologi Gestalt sependapat dengan filsafat phenomonologi yang mengatakan bahwa suatu pengalaman harus dilihat secara netral. Dalam suatu phenomena terdapat dua unsur yaitu obyek dan arti. Obyek merupakan sesuatu yang dapat dideskripsikan, setelah tertangkap oleh indera, obyek tersebut menjadi suatu informasi dan sekaligus kita telah memberikan arti pada obyek itu.
Psikologi gestalt berlawanan dengan psikologi analitis.
Keseluruhan---bagian---keseluruhan

Hubungan psikologi Gestalt dengan kritik Ganzeit
Hubungan psikologi gestalt dan kritik ganzheit adalah fungsional. Beberapa prinsip Gestalt yang dimanfaatkan oleh kritik Ganzeit adalah
1.      Fungsi psikologis (Leuwis)
2.      Keseluruhan (totalitas)
·         Dalam hal ini Psikologi Gestalt sependapat dengan filsafat phenomonologi yang mengatakan bahwa suatu pengalaman harus dilihat secara netral. Pandangan tersebut memengaruhi kritik ganzheit bahwa seseorang menghayati karya seni sebenarnya sedang melakukan pertemuan. Suatu partisipasi aktif dari kritikus terhadap karya seni yang dihadapinya. Mula-mula tanpa konsepsi, aprioro apapun, sang kritikus membiarkan karya seninya secara merdeka berbicara sendiri.Kemudian terjadilah dialog, sebuah pertemuan , interferensi dinamis antara kedua subjek yang hidup dan merdeka itu.
·         Prinsip fungsi psikologi gestalt dimanfaatkan oleh kritik ganzheit dalam hal perlakuan karya sastra sama majemuknya dengan kritikus sendiri. Itulah sebabnya karya seni tidak semata-mata sebagai objek tetapi subjek. Dua unsur yang berperan dalam proses pertemuan itu ialah kritikus sebagai manusia penghayat yang memiliki segala macam pengalaman pribadi dan latar belakang kebudayaan yang unik, di sisi lain karya seni (sastra) yang dihayati itu merupakan hasil tanggapan si seniman penciptanya terhadap sesuatu, dia juga penuh dengan pengalaman-pengalaman subjektif si penciptanya.
·         Totalitas dalam kritik ganzheit adalah dengan melihat dari segala segi.

Sabtu, 13 April 2013

Outbond "Sedot Karet"

Permainan luar lapangan yang kami beri nama Sedot Karet ini adalah permainan kekompakan yang menggunakan alat sedotan dan karet gelang. Permainan ini merupakan permainan berkelompok. Satu kelompok terdiri dari 7 orang.  Satu orang sebagai pemula atau penaroh karet gelang ke sedotan, yaitu peserta nomor 1 pada gambar. Empat peserta berpasangan menjadi pemindah karet, nomor 2-5, dan dua peserta lain sebagai penerima karet, nomor 6 dan 7. Namun pemindahan karet ini dilakukan dengan cara yang unik.
Teknis permainan
Sebuah sedotan digigit oleh masing-masing peserta kecuali peserta nomor 1. Peserta nomor 2 dan 3 berbalik badan, saling membelakangi. Mereka membungkukkan badan dan saling memegang tangan satu sama lain melalui rongga kedua kaki mereka. Hal yang sama dilakukan pula oleh peserta nomor 4 dan 5 yang berada jauh dengan peserta nomor 2 dan 3. Peserta nomor 6 dan 7 tetap menggigit sedotan dengan sikap berdiri tegak menghadap ke arah peserta 4 dan 5.  Setelah permainan dinyatakan dimulai, peserta nomor 1 menggantungkan karet gelang ke sedotan yang digigit oleh peserta nomor 2 dan 3. Tugas peserta nomor 2 dan 3 adalah membawa karet gelang yang menggantung di sedotan dan menyerahkan ke peserta nomor 4 dan 5 tanpa melepaskan pegangan tangan mereka. Peserta nomor 4 dan 5 menerima karet gelang langsung dengan sedotan mereka dan membawanya ke peserta 6 dan 7 dengan teknis yang sama. Peserta nomor 6 dan 7 menerima karet gelang dengan sedotan mereka. Kegiatan tersebut terus berulang, sampai karet gelang terkumpul 20 buah.. Setelah semua terkumpul peserta berteriak SEDOT KARET SELESAI!!!

Kamis, 04 April 2013

Trouble in Love

Terkadang saat wanita sangat merindukan kekasihnya, sifatnya berubah.
Rasa pengertian yang biasanya tercurahkan, sedikit berkurang bahkan hilang sama sekali.
Yang ia rasakan bukanlah mengerti seseorang yang sedang sibuk dengan dunianya.
Namun, ia ingin dimengerti dengan semua rasa rindunya.
Wanita cenderung mengungkapkan apa yang ia rasakan lewat jejaring sosial.
Sebagian pria merasa tak suka dengan cara wanita seperti ini.
Sikap pria yang terlalu cuek dan tidak peka, membuat wanita lebih nyaman dengan curhat di dunia maya.
Banyak orang berpikir, "dunia tak perlu tahu, cukup kita dan Allah yang mengetahuinya".
namun wanita tak cukup dengan pernyataan itu. wanita lebih suka mengekpose.
mungkin mereka takut kehilangan orang yang ia cintai.
mereka ingin di akui dan mengakui. ITU PUNYAKU. kasarnya seperti itu.
Perbedaan pendapat itulah yang sering membuat pertengkaran.
Hal kecil yang akan menjadi besar bila terus dibiarkan.
Seperti benalu yang akan tumbuh jika tidak diberantas.
Bila pertengkaran itu muncul, lama-lama akan merusak pondasi sebuah hubungan.
Wanita memang lebih sensitif. Jika sudah marah, ia akan mencari-cari kesalahan sang pria.
Ia jarang mau mengalah. Yang ia inginkan hanya ingin dimengerti.
Di sinilah tugas sang pria. Pria harus sesabar mungkin mengontrol emosinya.
Kuncinya dengan menahan keegoisan, meredam salah satunya, bukan melawannya.
Mungkin jalan yang tepat adalah dengan mengalah, dan meminta maaf.
Itu jauh lebih baik untuk mempertahankan sebuah hubungan. :)

Rindu Akan Hadirmu (lagi)

Mungkin hanya lewat lagu ini akan kunyatakan rasa,
Cintaku padamu, rinduku padamu tak bertepi....

lantunan lagu tersebut menemani lamunku. Membawa anganku terbang jauh melayang.
Apa kabar dia di sana? sudahkah ia makan? atau sudahkah ia mandi? Pertanyaan bodoh.
Namun entah, semua pertanyaan itu muncul dalam benakku.
Sekecil apapun hal itu, aku tetap berusaha memikirkannya. KAMU..
Hal yang tak pernah membosankan adalah merindukanmu.
Entah seberapa besar rindu itu telah menumpuk. Namun aku tetap saja rindu rindu dan rindu.
Rindu akan senyummu, rindu akan hadirmu, rindu akan tawamu..
Berapa lama lagi aku harus berangan? Berapa lama lagi aku harus bermimpi?
Akankah mimpiku bisa jadi nyata. Aku hanya ingin satu hal, aku hanya ingin satu kesempatan.
PERTEMUAN.. itu yang aku mau..
semenit atau bahkan sedetik, aku mau dan aku menginginkannya.
Mungkin memang itu tak akan menghapus rinduku padamu. Namun, setidaknya cukup untuk kekuatanku.
Kekuatan untuk melanjutkan cerita tentang Kita.
Kekuatan untuk menunggu kita bersatu dalam ikatan yg Suci,,
Pernikahan yang aku dambakan.
bersama orang yg tepat, dan itu semoga KAMU :*

Peran Kepramukaan dalam Pendidikan Karakter Bangsa



MAKALAH PENGANTAR PENDIDIKAN
“PERAN KEPRAMUKAAN DALAM PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA”
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Pendidikan


Pembimbing :
SOPINGI M.Pd

Penulis :
RYAN YULI PURNAMI
(120211413470)
Offering B

PENDIDIKAN BAHASA SASTRA INDONESIA DAN DAERAH
FAKULTAS SASTRA
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
2013

KATA PENGANTAR
            Puji syukur kehadirat ALLAH SWT, yang telah melimpahkan rahmad, taufik, serta hidayah-Nya, sehingga saya selaku penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul “PERAN KEPRAMUKAAN DALAM PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA” ini tepat waktu.
            Terselesaikannya makalah ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :
  1. Bapak Sopingi M.Pd selaku dosen mata kuliah Pengantar Pendidikan yang telah bersedia memberikan bimbingan dan pengarahan sehingga makalah ini dapat selesai dengan baik.
  2. Semua pihak yang telah memberikan motivasi dan berbagai bantuan, sehingga menunjang terselesaikannya makalah ini.
Penulis menyadari bahwa banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini. Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, kritik dan saran yang membangun dari semua pihak sangat penulis harapkan, agar penulis dapat memperbaiki makalah selanjutnya.
Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penyusun khususnya dan bagi pembaca umumnya.

Malang, Maret 2013
                                                                                     

Tim Penyusun


Sabtu, 02 Maret 2013

Takut pada Pilihan

Aku takut berada dalam kegelapan,
Aku takut berada di ketinggian,
Aku takut berada di tengah kesunyian,
Aku takut berada dalam keputusasaan.
tapi yang paling aku takutkan adalah ketika
Aku berhadapan dengan dua pilihan..

Entah mengapa ketakutan itu begitu kuat menerpaku.
Ketika aku berada di sebuah persimpangan.
Kanan ataukah kiri??
Logikaku seakan lumpuh,
hatiku seakan ragu untuk melangkah.

banyak yang bilang hidup itu pilihan.
Tapi mengapa pilihan itu begitu sulit.
Kutatap jauh ke kanan,
Hanya jalan penuh duri yang ada,
Kutatap jauh ke kiri,
Namun hanya bara yang kutemui.

Bullshitttt....

Jumat, 01 Maret 2013

Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi



BAB I
PENDAHULUAN
1.1.LATAR BELAKANG
Semangat perjuangan bangsa dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan mengalami pasang surut sesuai dinamika perjalanan kehidupan yang disebabkan antara lain pengaruh globalisasi yang ditandai dengan pesatnya perkembangan IPTEK, khususnya dibidang informasi, komunikasi dan transportasi, sehingga dunia menjadi transparan yang seolah-olah menjadi kampung sedunia tanpa mengenal batas negara. Kondisi yang demikian menciptakan struktur kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara Indonesia serta mempengaruhi pola pikir, sikap dan tindakan masyarakat Indonesia. Semangat perjuangan bangsa indonesia dalam mengisi kemerdekaan dan menghadapi globalisasi.
Warga negara Indonesia perlu memiliki wawasan dan kesadaran bernegara, sikap dan perilaku, cinta tanah air serta mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa dalam rangka bela negara demi utuh dan tegaknya NKRI. Oleh karena itu, sangat diperlukan pendidikan kewarganegaraan bagi warga Indonesia. Selain itu, mahasiswa sebagai kader penerus bangsa yang baik haruslah paham dengan kewarganegaraan itu sendiri. Peranan pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi pun dipertanyakan.
Dalam makalah ini akan dibahas mengenai rasional pendidikan kewarganegaan di Perguruan Tinggi dan kedudukan pendidikan kewarganegaraan dalam sistem pendidikan Nasional.
1.2.Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah
1.2.1.   Bagaimana penjelasan rasional diberikannya Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi?
1.2.2.   Bagaimana kedudukan pendidikan kewarganegaraan dalam sistem Nasional?
1.3.Tujuan
1.3.1.   Memahami rasional diberikannya Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi.
1.3.2.   Memahami kedudukan Pendidikan Kewarganegaraan dalam sistem Pendidikan Nasional.

Hakikat Manusia dan Pengembangannya



BAB I
PENDAHULUAN
1.1.LATAR BELAKANG
            Manusia memiliki kedudukan yang paling tinggi diantara ciptaan Tuhan lainnya. Dengan kekuatan dan keterbatasannya, manusia dapat berbuat apa saja atas dirinya sendiri maupun lingkungannya. Potensi manusia seperti itu secara mendasar telah dimiliki manusia sejak dari awal penciptaannya. Dalam kondisi keberadaan manusia yang dilandasi oleh tujuan penciptaannya, manusia berkembang dan memperkembangkan diri mengukir budaya yang semakin tinggi dan modern, serta mengejar kebahagiaan yang dicitakannya.
Manusia memiliki sifat hakikat yang merupakan karakteristik manusia yang membedakan dengan mahluk lainnya. Sifat hakikat inilah merupakan landasan dan arah dalam merancang dan melaksanakan komunikasi transaksional di dalam interaksi edukatif. Oleh karena itu sasaran pendidikan adalah manusia dimana pendidikan bertujuan membantu peserta didik untuk menumbuhkembangkan potensi-potensi kemanusiannya.
            Agar pendidikan dapat dilakukan dengan tepat dan benar, pendidikan harus memiliki gambaran yang jelas siapa manusia sebenarnya. Selain itu, gambaran yang jelas tentang manusia perlu dimiliki oleh pendidik karena adanya perkembangan sains dan teknologi yang sangat pesat dewasa ini. Memang banyak manfaat yang didapat bagi kehidupan manusia darinya, namun di sisi lain juga terdapat dampak negatif yang muncul. Tanpa disadari hal tersebut merugikan bahkan mengancam keutuhan eksistensi manusia, seperti ditemukannya bom kimia dan bakteri, video, dan DBS (Direct Broad-casting System), rekayasa genetika dan lain-lain, yang digunakan secara tidak bertanggung jawab.
            Dalam makalah ini akan dibahas tentang hakikat manusia dan pengembangannya, dengan harapan menjadi titik tolak bagi paparan selanjutnya.
1.2.Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah
1.2.1.   Apa sajakah sifat hakikat manusia?
1.2.2.   Apa sajakah dimensi hakikat manusia?
1.2.3.   Bagaimana pengembangan dimensi hakikat manusia itu?
1.2.4.   Bagaimana sosok manusia Indonesia seutuhnya?
1.3.Tujuan
1.3.1.   Memahami sifat-sifat hakikat manusia.
1.3.2.   Memahami empat macam dimensi hakikat manusia.
1.3.3.   Memahami pengembangan dimensi hakikat manusia.
1.3.4.   Memahami sosok manusia Indonesia seutuhnya menurut GBHN.


Minggu, 17 Februari 2013

Entah Mengapa Cinta itu Ada

Jika kau tanya mengapa aku disini,
aku akan menjawab karena aku cinta.
Jika kau tanya mengapa aku setia,
aku akan menjawab karena aku cinta.
Jika kau tanya mengapa aku memilihmu,
aku akan menjawab karena aku cinta.
Namun jika kau bertanya mengapa aku cinta,
Aku akan bingung untuk menjawabnya.
Entah mengapa cinta itu ada..

Yang kurasa cinta itu lengkap.
Ada indah, ada sedih, ada tangis, ada tawa.
Yang ku tahu cinta itu anugrah,
setiap manusia diberkahi rasa Cinta..
Cinta itu tak dapat didefinisikan.
karna cinta hadir bukan untuk dipelajari,
namun cinta hadir untuk dimengerti.
Mengerti rasanya mencintai dan dicinta.
Mengerti artinya menyakiti.
Namun jangan pernah berpikir untuk menyakiti.

Dan hadirmu lengkapi hidupku,
tutupi sisi kekuranganku,
karna aku merasa sempurna hanya bersamamu.
Yaa.. kamu..
Kamu lelaki yang baik,
dan mudah-mudahan kamulah yang terbaik.
Aku mencintaimu bukan karena alasan.
Tapi karena ketulusan.

Cinta itu....


Cinta bukan menuntut “aku ingin kamu seperti ini” tetapi mengerti “aku mencintaimu dengan apa adanya dirimu”

Cinta bukan bertanya “kamu di mana?” tapi mengabarkan “aku di sini”

Cinta bukanlah keegoisan rasa. Bukan yang megucap “bagaimana?” namun “aku mengerti”

Cinta itu berpendar. Menyatukan emosi dari kedua insan yang berkaitan.

Cinta itu emang sulit dimengerti,tpi percayalah cinta kedua insan itu akan menyatu dgn berulurnya waktu jika keduanya saling memaklumi.

Cinta bisa tumbuh karena pertemuan. Menatap wajah orang lama atau ketemu secara tiba-tiba.

Kamu udah bahagia sama dia. Aku juga ikut (pura-pura) bahagia di sini. :')

Kamu udah memilih, aku cuma bisa senyum walaupun dalem hati teramat sedih.

Kamu anggep aku ini apa? Seenaknya pergi tanpa ada sedikitpun salam perpisahan.

Terkadang sesuatu yang tampak elok di mata belum tentu akan dikenal atau diketahui oleh banyak orang.

Aku hanya bisa berdoa kelak kau akan menemukan seseorang yang sangat mencintaimu dan menyayangimu sepenuh hati.

Mengertikah kamu? Inginku yang sederhana ini. Aku menginginkan kamu.

Bukannya aku gak mau kamu bahagia, kadang masih gak rela aja kalo bukan aku yang jadi alesan bahagiamu. :'|

Kamis, 14 Februari 2013

TEORI MEMBACA EKSTENSIF




1.1     Pengertian Membaca dan Membaca Ekstensif

Hakikatnya membaca memiliki pengertian yang bermacam-macam. Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia (dalam Wahyu Suryo, 2012) mengemukakan bahwa membaca adalah melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis dengan melisankan atau hanya di hati. Pengertian tersebut tidak jauh berbeda dengan yang dikemukakan oleh Wiryodijoyo (dalam Muakibatul dkk, 2011) bahwa membaca adalah proses untuk mendapatkan arti dari kata-kata tertulis.
Selain itu, Tampubolon (dalam Mikhael Ari, 2012) menyatakan bahwa membaca adalah kegiatan fisik dan mental untuk menemukan makna dari tulisan, walaupun dalam kegiatan itu terjadi proses pengenalan huruf-huruf. Dikatakan kegiatan fisik karena bagian-bagian tubuh, khususnya mata yang melakukannya. Dikatakan kegiatan mental karena bagian-bagian pikiran, khususnya presepsi dan ingatan yang terlibat.

Pertemuan itu

Sore itu, kala mendung memayungi langkahku, tak kusangka ku lihat sosok dirimu.
Dirimu yang jauh berbeda dari yang dulu. Mungkin memang jauh, yaa sangat jauh.
Masa lalu memang takkan habis jika kita jabarkan. namun tak kan pernah hilang dari ingatan.
Biarkan semua yang terjadi menjadi kenangan. kenangan yang takkan ku lupakan.
Meski mungkin tak sedikitpun kau hiraukan.
Aku hanya bisa berdiri, memandang senyummu yang begitu menggetarkan hatiku.
entah apa yang ku rasa. Atau mungkinkah aku telah gila?
Imajinasi yang terlalu melambung dan angan yang terlalu meninggi.
Aku tau, aku pun sadar. Aku telah jatuh.
Aku telah memilih jalan lain, yang mungkin tak akan mempertemukan kita kembali.
Namun semuanya karna kamu. Yaa .. awalnya dari kamu.
Dan masalhnya pun berasal dari kamu.
Kau bilang aku egois. memang aku memang egois.
Karna aku tak mau kau salahkan.
Ini jalanku, dan itu jalanmu, tak akan ada lagi ujung dari kedua jalan itu.
Semoga jalan itu akan sampai pada tujuannya.
Suatu hari nanti, jika Allah menghendaki.
Aku untuk bahagia, dan kamu begitu pula.
Tapi tidak untuk KITA.