Libur telah tiba... hore...
seruan anak sekolah menggema dimana-mana. Nah bagiku liburan sudah berlalu sekitar hampir 1 bulan dan ini tinggal 2 bulan terakhir hari liburku. Yaa.. memang aku mendapat libur cukup lama, sekitar 3bulan lebih. WOW... namanya juga kuliahan, jelas berbeda dengan SD, SMP, maupun SMA. kalau anak sekolah liburan paling-paling cuma 3 ,mingguan.
Liburan kali ini kalian mau kemana? mending prepare dari sekarang deh,, banyak sekali pilihan yang bisa kamu ambil untuk menghabiskan waktu liburanmu. Tinggal sesuaikan dengan selera ya. hehehe
Nah liburan kali ini aku belum sama sekali refreshing. aku selalu disibukkan dengan kegiatan rumah maupun luar rumah. Meski menyita waktu tapi aku menjalaninya dengan senang hati.
Liburan kali ini bertepatan dengan bulan Ramadhan dan Lebaran, Yeay..
Bulan yang kutunggu-tunggu. Bulan penuh berkah. Bulan Ramadhan yang penuh nikmat. Bagiku berpuasa merupakan suatu nikmat. karena saat itu kita bisa merasakan nikmatnya berjuang melawan dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkannya :)
Apalagi waktu berbuka, satu tegukan es saja mampu menyegarkan tenggorokan kita. hal tersebut membuatku sadar akan nikmat yang telah dikaruniakan ALLAH SWT kepada kita. aku jadi lebih merasa bersyukur, setiap hari dapat menyantap makanan yang mengenyangkan.
Lebaran yang identik dengan salam tempel alias angpao, cukup mengecewakan bagiku. karena makin lama, aku makin dewasa, sehingga jatah uang lebaranku berkurang. apalagi ada 2 orang adikku, jadi mereka yang dapat jatah uang lebaran. Hua,,,, butuh suntikan dana.
Namun, namanya lebaran merupakan bulan dimana kita membersihkan hati kita, sehingga kita dapat seakan lahir kembali seperti kertas putih (nyanyi.. lalalalalala)
Yowes rek,,, selamat liburan dan lebaran ya :D semoga liburanmu kali ini menyenangkan. Bye...
Rabu, 26 Juni 2013
Sabtu, 11 Mei 2013
Artikel "Kemanakah Pancasila Pergi?"
Abstraksi
Bagi bangsa Indonesia,
tidak diragukan lagi kebenaran dan ketetapan Pancasila sebagai pandangan hidup
dan dasar negara, namun jiwa dan semangat Pancasila tersebut masih belum
mendarah daging dalam seluruh tubuh bangsa Indonesia umumnya. Hal ini terbukti
pada keyakinan itu baru tampak dan berwujud ketika sudah terjadi
penyelewengan atau penyimpangan terhadap
nilai-nilai Pancasila. Penghianatan-penghianatan terhadap kepribadian Pancasila
inilah yang menjadi sumber malapetaka bagi bangsa dan negara ini. Berbagai penyimpangan
tersebut, sangat tidak mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia yang dulunya
di cita-citakan para pendiri bangsa. Kemana pancasila itu pergi?
Kata Kunci :
Pancasila, nilai, penyimpangan.
Hubungan Psikologi Gestalt dan Kritik Ganzeit
Psikologi Gestalt :
Psikologi Gestalt merupakan salah satu aliran psikologi yang
mempelajari suatu gejala sebagai suatu keseluruhan atau totalitas, data-data
dalam psikologi Gestalt disebut sebagai phenomena (gejala). Phenomena adalah
data yang paling dasar dalam Psikologi Gestalt. Dalam hal ini Psikologi Gestalt
sependapat dengan filsafat phenomonologi yang mengatakan bahwa suatu pengalaman
harus dilihat secara netral. Dalam suatu phenomena terdapat dua unsur yaitu
obyek dan arti. Obyek merupakan sesuatu yang dapat dideskripsikan, setelah
tertangkap oleh indera, obyek tersebut menjadi suatu informasi dan sekaligus
kita telah memberikan arti pada obyek itu.
Psikologi gestalt berlawanan dengan psikologi analitis.
Keseluruhan---bagian---keseluruhan
Hubungan psikologi
Gestalt dengan kritik Ganzeit
Hubungan psikologi gestalt dan kritik ganzheit adalah fungsional. Beberapa
prinsip Gestalt yang dimanfaatkan oleh kritik Ganzeit adalah
1. Fungsi
psikologis (Leuwis)
2. Keseluruhan
(totalitas)
·
Dalam hal ini Psikologi Gestalt sependapat
dengan filsafat phenomonologi yang mengatakan bahwa suatu pengalaman harus
dilihat secara netral. Pandangan tersebut memengaruhi kritik ganzheit bahwa
seseorang menghayati karya seni sebenarnya sedang melakukan pertemuan. Suatu
partisipasi aktif dari kritikus terhadap karya seni yang dihadapinya. Mula-mula
tanpa konsepsi, aprioro apapun, sang kritikus membiarkan karya seninya secara merdeka
berbicara sendiri.Kemudian terjadilah dialog, sebuah pertemuan , interferensi
dinamis antara kedua subjek yang hidup dan merdeka itu.
·
Prinsip fungsi psikologi gestalt dimanfaatkan
oleh kritik ganzheit dalam hal perlakuan karya sastra sama majemuknya dengan
kritikus sendiri. Itulah sebabnya karya seni tidak semata-mata sebagai objek
tetapi subjek. Dua unsur yang berperan dalam proses pertemuan itu ialah
kritikus sebagai manusia penghayat yang memiliki segala macam pengalaman
pribadi dan latar belakang kebudayaan yang unik, di sisi lain karya seni
(sastra) yang dihayati itu merupakan hasil tanggapan si seniman penciptanya
terhadap sesuatu, dia juga penuh dengan pengalaman-pengalaman subjektif si
penciptanya.
·
Totalitas dalam kritik ganzheit adalah dengan
melihat dari segala segi.
Sabtu, 13 April 2013
Outbond "Sedot Karet"
Permainan
luar lapangan yang kami beri nama Sedot Karet ini adalah permainan kekompakan
yang menggunakan alat sedotan dan karet gelang. Permainan ini merupakan
permainan berkelompok. Satu kelompok terdiri dari 7 orang. Satu orang sebagai pemula atau penaroh karet
gelang ke sedotan, yaitu peserta nomor 1 pada gambar. Empat peserta berpasangan
menjadi pemindah karet, nomor 2-5, dan dua peserta lain sebagai penerima karet,
nomor 6 dan 7. Namun pemindahan karet ini dilakukan dengan cara yang unik.
Teknis permainan
Sebuah
sedotan digigit oleh masing-masing peserta kecuali peserta nomor 1. Peserta
nomor 2 dan 3 berbalik badan, saling membelakangi. Mereka membungkukkan badan
dan saling memegang tangan satu sama lain melalui rongga kedua kaki mereka. Hal
yang sama dilakukan pula oleh peserta nomor 4 dan 5 yang berada jauh dengan
peserta nomor 2 dan 3. Peserta nomor 6 dan 7 tetap menggigit sedotan dengan
sikap berdiri tegak menghadap ke arah peserta 4 dan 5. Setelah
permainan dinyatakan dimulai, peserta
nomor 1 menggantungkan karet gelang ke sedotan yang digigit oleh peserta
nomor
2 dan 3. Tugas peserta nomor 2 dan 3 adalah membawa karet gelang yang
menggantung di sedotan dan menyerahkan ke peserta nomor 4 dan 5 tanpa
melepaskan pegangan tangan mereka. Peserta nomor 4 dan 5 menerima karet
gelang
langsung dengan sedotan mereka dan membawanya ke peserta 6 dan 7 dengan
teknis
yang sama. Peserta nomor 6 dan 7 menerima karet gelang dengan sedotan
mereka. Kegiatan tersebut terus berulang, sampai karet gelang terkumpul
20 buah.. Setelah semua terkumpul peserta berteriak SEDOT KARET
SELESAI!!!
Kamis, 04 April 2013
Trouble in Love
Terkadang saat wanita sangat merindukan kekasihnya, sifatnya berubah.
Rasa pengertian yang biasanya tercurahkan, sedikit berkurang bahkan hilang sama sekali.
Yang ia rasakan bukanlah mengerti seseorang yang sedang sibuk dengan dunianya.
Namun, ia ingin dimengerti dengan semua rasa rindunya.
Wanita cenderung mengungkapkan apa yang ia rasakan lewat jejaring sosial.
Sebagian pria merasa tak suka dengan cara wanita seperti ini.
Sikap pria yang terlalu cuek dan tidak peka, membuat wanita lebih nyaman dengan curhat di dunia maya.
Banyak orang berpikir, "dunia tak perlu tahu, cukup kita dan Allah yang mengetahuinya".
namun wanita tak cukup dengan pernyataan itu. wanita lebih suka mengekpose.
mungkin mereka takut kehilangan orang yang ia cintai.
mereka ingin di akui dan mengakui. ITU PUNYAKU. kasarnya seperti itu.
Perbedaan pendapat itulah yang sering membuat pertengkaran.
Hal kecil yang akan menjadi besar bila terus dibiarkan.
Seperti benalu yang akan tumbuh jika tidak diberantas.
Bila pertengkaran itu muncul, lama-lama akan merusak pondasi sebuah hubungan.
Wanita memang lebih sensitif. Jika sudah marah, ia akan mencari-cari kesalahan sang pria.
Ia jarang mau mengalah. Yang ia inginkan hanya ingin dimengerti.
Di sinilah tugas sang pria. Pria harus sesabar mungkin mengontrol emosinya.
Kuncinya dengan menahan keegoisan, meredam salah satunya, bukan melawannya.
Mungkin jalan yang tepat adalah dengan mengalah, dan meminta maaf.
Itu jauh lebih baik untuk mempertahankan sebuah hubungan. :)
Rasa pengertian yang biasanya tercurahkan, sedikit berkurang bahkan hilang sama sekali.
Yang ia rasakan bukanlah mengerti seseorang yang sedang sibuk dengan dunianya.
Namun, ia ingin dimengerti dengan semua rasa rindunya.
Wanita cenderung mengungkapkan apa yang ia rasakan lewat jejaring sosial.
Sebagian pria merasa tak suka dengan cara wanita seperti ini.
Sikap pria yang terlalu cuek dan tidak peka, membuat wanita lebih nyaman dengan curhat di dunia maya.
Banyak orang berpikir, "dunia tak perlu tahu, cukup kita dan Allah yang mengetahuinya".
namun wanita tak cukup dengan pernyataan itu. wanita lebih suka mengekpose.
mungkin mereka takut kehilangan orang yang ia cintai.
mereka ingin di akui dan mengakui. ITU PUNYAKU. kasarnya seperti itu.
Perbedaan pendapat itulah yang sering membuat pertengkaran.
Hal kecil yang akan menjadi besar bila terus dibiarkan.
Seperti benalu yang akan tumbuh jika tidak diberantas.
Bila pertengkaran itu muncul, lama-lama akan merusak pondasi sebuah hubungan.
Wanita memang lebih sensitif. Jika sudah marah, ia akan mencari-cari kesalahan sang pria.
Ia jarang mau mengalah. Yang ia inginkan hanya ingin dimengerti.
Di sinilah tugas sang pria. Pria harus sesabar mungkin mengontrol emosinya.
Kuncinya dengan menahan keegoisan, meredam salah satunya, bukan melawannya.
Mungkin jalan yang tepat adalah dengan mengalah, dan meminta maaf.
Itu jauh lebih baik untuk mempertahankan sebuah hubungan. :)
Rindu Akan Hadirmu (lagi)
Mungkin hanya lewat lagu ini akan kunyatakan rasa,
Cintaku padamu, rinduku padamu tak bertepi....
lantunan lagu tersebut menemani lamunku. Membawa anganku terbang jauh melayang.
Apa kabar dia di sana? sudahkah ia makan? atau sudahkah ia mandi? Pertanyaan bodoh.
Namun entah, semua pertanyaan itu muncul dalam benakku.
Sekecil apapun hal itu, aku tetap berusaha memikirkannya. KAMU..
Hal yang tak pernah membosankan adalah merindukanmu.
Entah seberapa besar rindu itu telah menumpuk. Namun aku tetap saja rindu rindu dan rindu.
Rindu akan senyummu, rindu akan hadirmu, rindu akan tawamu..
Berapa lama lagi aku harus berangan? Berapa lama lagi aku harus bermimpi?
Akankah mimpiku bisa jadi nyata. Aku hanya ingin satu hal, aku hanya ingin satu kesempatan.
PERTEMUAN.. itu yang aku mau..
semenit atau bahkan sedetik, aku mau dan aku menginginkannya.
Mungkin memang itu tak akan menghapus rinduku padamu. Namun, setidaknya cukup untuk kekuatanku.
Kekuatan untuk melanjutkan cerita tentang Kita.
Kekuatan untuk menunggu kita bersatu dalam ikatan yg Suci,,
Pernikahan yang aku dambakan.
bersama orang yg tepat, dan itu semoga KAMU :*
Cintaku padamu, rinduku padamu tak bertepi....
lantunan lagu tersebut menemani lamunku. Membawa anganku terbang jauh melayang.
Apa kabar dia di sana? sudahkah ia makan? atau sudahkah ia mandi? Pertanyaan bodoh.
Namun entah, semua pertanyaan itu muncul dalam benakku.
Sekecil apapun hal itu, aku tetap berusaha memikirkannya. KAMU..
Hal yang tak pernah membosankan adalah merindukanmu.
Entah seberapa besar rindu itu telah menumpuk. Namun aku tetap saja rindu rindu dan rindu.
Rindu akan senyummu, rindu akan hadirmu, rindu akan tawamu..
Berapa lama lagi aku harus berangan? Berapa lama lagi aku harus bermimpi?
Akankah mimpiku bisa jadi nyata. Aku hanya ingin satu hal, aku hanya ingin satu kesempatan.
PERTEMUAN.. itu yang aku mau..
semenit atau bahkan sedetik, aku mau dan aku menginginkannya.
Mungkin memang itu tak akan menghapus rinduku padamu. Namun, setidaknya cukup untuk kekuatanku.
Kekuatan untuk melanjutkan cerita tentang Kita.
Kekuatan untuk menunggu kita bersatu dalam ikatan yg Suci,,
Pernikahan yang aku dambakan.
bersama orang yg tepat, dan itu semoga KAMU :*
Peran Kepramukaan dalam Pendidikan Karakter Bangsa
MAKALAH PENGANTAR
PENDIDIKAN
“PERAN KEPRAMUKAAN DALAM
PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA”
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar
Pendidikan
Pembimbing :
SOPINGI M.Pd
Penulis :
RYAN YULI PURNAMI
(120211413470)
Offering B
PENDIDIKAN BAHASA SASTRA
INDONESIA DAN DAERAH
FAKULTAS SASTRA
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
2013
KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat ALLAH SWT, yang telah melimpahkan rahmad, taufik, serta
hidayah-Nya, sehingga saya selaku penulis dapat menyelesaikan makalah dengan
judul “PERAN KEPRAMUKAAN DALAM PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA” ini tepat waktu.
Terselesaikannya
makalah ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, pada
kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :
- Bapak Sopingi M.Pd selaku dosen mata kuliah Pengantar Pendidikan yang telah bersedia memberikan bimbingan dan pengarahan sehingga makalah ini dapat selesai dengan baik.
- Semua pihak yang telah memberikan motivasi dan berbagai bantuan, sehingga menunjang terselesaikannya makalah ini.
Penulis menyadari bahwa banyak kekurangan dalam penulisan makalah
ini. Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, kritik dan saran yang
membangun dari semua pihak sangat penulis harapkan, agar penulis dapat
memperbaiki makalah selanjutnya.
Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi penyusun khususnya dan bagi pembaca umumnya.
Malang, Maret
2013
Tim Penyusun
Langganan:
Postingan (Atom)



