Halaman

Senin, 22 Oktober 2012

Konsep Dasar sejarah Sastra



A.      Hakekat Sejarah Sastra
Kata sejarah berasal dari bahasa Arab, sajarotun yang berarti pohon. Pohon menggambarkan adanya akar, cabang, dan ranting yang memperlihatkan adanya proses susunan peristiwa secara kronologis. Sejarah itu sendiri mempunyai arti yang sama, yaitu rekaman perjalanan kehidupan manusia dari masa lampau sampai masa-masa berikutnya. Sejarah dapat disamakan dengan rekonstruksi (penyusunan kembali) yang berarti peristiwa-peristiwa yang sudah lampau berdasarkan data dan fakta yang syah menurut versi tertentu (bergantung pada siapa yang menulis sejarah itu). Adapun pengertian karya sastra adalah karya tulis yang artistik, indah dalam isi dan ungkapannya, serta memiliki keunggulan dibandingkan dengan tulisan lain. Jadi, dapat disimpulkan pengertian sejarah sastra adalah bagian dari kajian ilmu sastra yang mempelajari tentang perkembangan karya sastra sejak awal pertumbuhannya sampai perkembangannya sekarang, dengan  segala persoalan yang melingkupinya.
Pentingnya sejarah dalam mata kuliah sejarah sastra Indonesia, yaitu:
1.      Fakta menunjukkan bahwa sastra Indonesia berkembang sejak puluhan tahun yang lalu
2.      Sejarah dapat untuk mengenal identitas objek.
Objektifitas Sejarah sebagai ilmu ditentukan oleh:
1.      Fakta atau data. Sejarah dapat dimengerti bila fakta dan data dapat dipertanggungjawabkan.
2.      Sudut pandang atau teori yang diterapkan pada fakta atau data itu.
B.      Perspektif Sejarah Sastra
llmu sastra adalah ilmu yang mempelajari sastra dengan berbagai ruang lingkup dan permasalahannya, baik itu berupa kritik sastra, teori sastra, maupun sejarah sastra itu sendiri. Ketiga ilmu tersebut merupakan cabang ilmu sastra. Kedudukan ketiga ilmu tersebut sejajar. Ketiganya saling mendukung di dalam pemahaman/ pengkajian ilmu sastra.
Sejarah sastra merupakan cabang ilmu sastra yng mempelajari pertumbuhan dan perkembangan sastra. Teori sastra adalah cabang ilmu sastra yang merumuskan konsep-konsep yang dirumuskan dari fakta karya sastra. Sedangkan kritik sastra merupakan cabang ilmu sastra yang menilai baik buruknya karya sastra.
         

C.      Ruang Lingkup Studi Sejarah Sastra
Ruang lingkup sejarah sastra diawali dengan pembahasan lahirnya sastra khususnya sastra Indonesia, dilanjutkan pertumbuhan dan perkembangan sastra setiap periode serta problematika yang ada pada sejarah sastra. Studi sejarah sastra mempelajari tentang perkembangan karya sastra sejak awal pertumbuhannya sampai perkembangannya sekarang. Studi sejarah sastra meliputi:
1.      Pembabakan waktu dalam perkembangan sastra
2.      Perkembangan suatu genre sastra (jenis) sastra (prosa, puisi, dan drama)
3.      Latarbelakang munculnya angkatan
4.      Peristiwa budaya dan problematikanya
Materi sejarah sastra ini difokuskan belajar mengenai pertumbuhan dan perkembangan sastra Indonesia. Sastra Indonesia adalah sastra yang ditulis dalam bahasa Indonesia. Apabila dilihat dari pengertian wilayah, semua sastra yang ada di Indonesia dapat disebut dengan sastra Indonesia. Sastra Ind\onesia itu sendiri meliputi :
1.      Sastra Daerah
Sastra daerah adalah satra yang aslinya ditulis dalam bahasa daerah. Bila dilihat dari segi geografinya, Indonesia mempunyai banyak sastra daerah. Indonesia terdiri dari beribu-ribu pulau yang masing-masing mempunya daerah dan bahasa sendiri-sendiri. Contohnya, sastra Jawa, Sunda, Bugis, Bali, Aceh, dan Dayak.
2.      Sastra Klasik
Sastra klasik adalah sastra yang berkembang sebelum pertemuan dengan kebudayaan Barat dan belum mendapat pengaruh dari kebudayaaan Barat (sebelum tahun 1900-an). Klasik mengandung pengertian “agung” atau belum dipengaruhi.
3.      Sastra Modern
Sastra modern adalah sastra yang berkembang setelah adanya pertemuan dengan budaya Barat dan mendapat pengaruhnya (setelah tahun 1900-an). Hal ini terjadi karena sastra Melayu sudah berubah menjadi sastra Indonesia melalui bahasanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar